Menanamkan Karakter Islami Sejak Dini: Pembiasaan Sholat Berjamaah di SDI Pancasila Krian Sidoarjo
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan moral generasi muda, SDI Pancasila Krian Sidoarjo terus meneguhkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen membentuk karakter peserta didik yang berakhlakul karimah. Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah ini adalah pembiasaan sholat berjamaah yang dilaksanakan secara rutin dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran.

“Kami ingin peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Sholat berjamaah melatih kebersamaan, kedisiplinan waktu, dan ketaatan kepada Allah SWT — tiga hal yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi emas Islam,” ujar Ibu Hj. Walidatul Yatimah dengan penuh semangat.
Pelaksanaan kegiatan sholat dhuha dan dzuhur berjamaah menjadi agenda wajib setiap hari di SDI Pancasila. Para guru turut menjadi teladan dengan mendampingi siswa saat beribadah di musholla sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk mencintai ibadah sejak dini serta membangun kebiasaan positif yang akan melekat hingga dewasa.
Selain itu, kegiatan tadarus Al-Qur’an sebelum belajar, doa bersama sebelum dan sesudah pelajaran, serta kajian keagamaan mingguan turut memperkuat suasana religius di lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan visi SDI Pancasila untuk menciptakan peserta didik yang cerdas, beriman, dan berkarakter Islami.
Program pembiasaan ini juga mendapat dukungan penuh dari para guru dan orang tua. Para orang tua merasa bersyukur karena anak-anak mereka tidak hanya dibimbing dalam aspek akademik, tetapi juga dibina secara moral dan spiritual. Banyak siswa yang kini terbiasa menjadi imam, muadzin, hingga pembaca doa dalam kegiatan sekolah — sebuah bukti nyata keberhasilan program pembiasaan ini.
Dalam pandangan Islam, pendidikan karakter melalui sholat berjamaah memiliki dasar yang kuat. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 43:“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”
Ayat ini menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam ibadah sebagai sarana mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Sholat berjamaah bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai sosial seperti kebersamaan, disiplin, dan saling menghargai.
Sebagaimana maqolah Arab yang sering dipegang teguh oleh Ibu Walidatul Yatimah:
“At-thifl kal-‘ajini, ma lam yathlub yustath.”Anak itu ibarat adonan, jika dibentuk sejak awal maka akan mudah diarahkan.
Dengan prinsip tersebut, SDI Pancasila Krian Sidoarjo bertekad menjadikan pembiasaan sholat berjamaah sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki keimanan dan karakter yang kuat.
Kini, suasana religius tampak begitu hidup di lingkungan sekolah. Setiap waktu sholat, derap langkah kecil para siswa menuju musholla menjadi pemandangan yang menyejukkan hati. Mereka datang dengan penuh semangat, mengenakan seragam rapi, berbaris tertib, dan melantunkan doa dengan khusyuk.Inilah wujud nyata keberhasilan kepemimpinan visioner Ibu Hj. Walidatul Yatimah, S.Pd , M.M. dalam menjadikan SDI Pancasila sebagai sekolah yang tidak hanya mendidik otak, tetapi juga membentuk hati. Melalui pembiasaan sholat berjamaah, sekolah ini tengah menyiapkan Generasi Emas Islam generasi yang siap berkontribusi bagi bangsa dan agama dengan pondasi iman yang kokoh dan akhlak yang mulia.
Writer : Ifa Ratnasari,S..Sos.I,S,E,M.Pd



Komentar
Posting Komentar